Hukum Ohm Ch.1

Pada bagian berikut, kita akan menjelaskan hubungan antara kuat arus, tegangan dan tahanan dalam sebuah rangkaian sederhana dengan bantuan sebuah eksperimen. Untuk lebih jelasnya, kita akan memulainya dengan menggolongkan hanya satu dari kuantitas berikut pada satuan waktu, dengan besaran yang lain tetap atau konstan.

Pada rangkaian listrik, tiap tegangan U atau beban, contohnya tahanan R dapat dirubah. Bergantung pada Tegangan U dan tahanan R, arus I akan mengalir.

Eksperimen 2-1:

Hubungan antara kuat arus dan tegangan pada tahanan yang tetap

 

Penyusunan rangkaian

3

Perangkat suplai utama digunakan sebagai sumber tegangan. Perangkat ini merubah tegangan utama 220 V menjadi tegangan output yang lebih kecil, yang dapat dirubah-rubah selanjutnya.

Resistor standar digunakan untuk mendapatkan sebuah nilai tahanan yang tepat.

 

Metode

Tegangan U dirubah dari 0 sampai 10 V pada tahanan R = 20 Ω. Pengukuran diperoleh dari tegangan U dan arus I.

 

Pengamatan

R = tetap

R = 20 Ω

No. U dalam V I dalam A
1 0 0
2 2 0.1
3 4 0.2
4 6 0.3
5 8 0.4
6 10 0.5

 

 

Eksperimen 2 – 1 menunjukkan:

Arus I bergantung pada tegangan. Pada tahanan yang tetap, arus I menaik seiring dengan kenaikan tegangan U.

Hasil eksperimen dapat juga ditampilkan dengan grafik. Arus berubah seiring berubahnya tegangan. Hal tersebut dikarenakan arus sebagai nilai yang bergantung dan tegangan sebagai nilai yang bebas (gambar 2.2).

4
Gambar 2.2 Kuat arus sebagai fungsi tegangan pada tahanan yang tetap

Ketika nilai arus yang diukur ditampilkan pada grafik terhadap nilai tegangan yang diukur dan titik-titik pengukuran dihubungkan, maka akan mengahasilkan sebuah garis lurus. Hal ini membuktikan adanya keseimbangan. Secara matematis:

I setimbang dengan U

I ~ U

Keseimbangan I ~ U dapat juga diubah kedalam persamaan; I = k . U. Nilai k dapat dihitung pada tiap pengamatan:

     Pengamatan No.2      

(U = 2 V)

7

8

Pengamatan No.5    

(U = 8 V)

9

k sama untuk semua nilai pengukuran, k merupakan nilai yang tetap. Ini mengindikasikan besarnya arus pada tegangan U = 1 V.

Konstanta ini bergantung hanya pada beban. Hal ini disebut konduktansi listrik.

Satuan konduktansi listrik disebut Siemens.

5

Konduktansi listrik suatu beban memberitahukan kepada kita bagaimana arus akan mengalir per satuan tegangan yang digunakan.

Semakin tinggi konduktansi pada suatu rangkaian, makin besar arusnya.

Pada eksperimen 2 – 1, konduktansi tetap konstan dan  tahanan juga tidak dirubah. Sebab itu, pasti ada hubungan diantara tahanan dan konduktansi.

10

Tahanan listrik pada suatu beban mengindikasikan berapa tegangan yang diperlukan untuk memperoleh arus 1 A mengalir pada rangkaian.

Pada eksperimen 2 – 1, arus 0.5 A mengalir pada U = 10 V.

6

Jika ketentuan konduktansi dan tahanan dibandingkan (dan ini sesuai satuannya), maka akan terlihat bahwa:

Konduktansi berbanding terbalik dengan tahanan

Pada eksperimen 2 – 1, tahanan R dan karena itu konduktansi G tetap konstan. Seiring tegangan U yang meningkat, arus I juga ikut meningkat. Pada eksperimen selanjutnya, kita akan menujukkan bagaimana kuat arus berubah jika tegangan tetap konstan dan tegangan dirubah-rubah.

Penulis:

Life just once, so keep berkaryaaa Pantang menyerah tuk raih impian.... ^^ Ganbarimasu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s